Melalui Tangan Para Setiap Ibu InsyaAllah Berarti Besar Untuk Perbaikan RI Kita

Dengan Menggali Potensi Anak Sejak Usia Dini, insyaAllah merupakan salah satu cara memutus rantai permasalahan bangsa. Untuk itu mari kita bergiat bersama memberikan pengasuhan dengan pola yang terinovasi untuk para anak-anak kita.


Wednesday, January 8, 2014

History Terbitnya Buku Menggali Potensi Anak Sejak Usia Dini


Menjawab pertanyaan teman teman FLP Jepang, tentang History terbitnya buku Menggali Potensi Anak sejak Usia Dini bisa dilihat di sini

Wassalam
Mamianak

Ketika Adek Rais Menangis

 
 
            Tak ada bayi yang tidak pernah di dunia ini karena bayi berkomunikasi melalui tangisnya. Ketika ia lapar, pipis dan e-ek, kesepian, merasa suhu di sekitarnya panas atau  dingin, mengantuk, tergaduh karena suasana bising, suasana baru, ketika ia takut ada orang baru dan berada di lingkungan asing baginya, maka umumnya bayi akan menangis. Begitu pula halnya dengan Rais.
 
            Ketika tengah malam Rais (bayi) lapar dan ia menangis, sang ibu segera terbangun, seperti ada kontak langsung.
            “Sayang,.. ada apa?”
“Lapar?”
 
 Ibunya segera mendekap dan mengajak bayinya berkomunikasi singkat, sekedar memberitahu bayinya kalau sang ibu sudah bangun.
 
              “Udah ya nangisnya Mami sudah tahu kalau anaknya lapar. Akan segera kok dikasih tambahan energi.”
 
              Ibunya berucap demikian untuk mengajak bayinya berkomunikasi, meskipun sang bayi belum mengerti, tapi ia ingin melatih dan membiasakan berkomunikasi dengan bayinya.
              Karena memang jadwal menyusunya Rais, ibunya segera memberinya ASI.  Sang ibu juga mengusap bagian kening Rais, sambil mendendangkan kalimat-kalimat  Allah, misalnya Allahu Akbar, Allah Maha Besar, Subhanallah, Alhamdulillah, serta ayat-ayat pendek.
Alhamdulillah dengan membiasakan mendendangkan Rais dengan kalimat- kalimat Allah, sang Ibu menjadi tenang dan terjaga kestabilan emosinya menghadapi bayi. Serta bayi juga menjadi lunak dan pengertian. Rais tidak pernah menangis menjerit-jerit atau menangis dengan sangat kencang sekali. Banyak sekali variasi-variasi nyanyi yang dibuat oleh sang ibu untuk Rais, termasuk harapan dan cita cita untuk Rais bila besar kelak. Bayit-bayit harapan itu diselipkan diantara kalimat-kalimat Allah tersebut.
Ketika Rais menangis, ibunya juga meminta Rais untuk tidak membiasakan menangis terlalu lama.
              “Rais,.. udah ya menangisnya, Mami sayang sama Rais!”
              “Menangisnya seperluny aja Nak, untuk ngasih tahu Mami saja ya. Nggak baik menangis terlalu lama. Pertama energi Rais jadi mubazir terbuang. Rais bisa capek. Di samping itu juga nggak baik untuk kesehatan!”
              “Mami kenapa nggak baik kalau nangis terlalu lama?” Kakak Najmi segera bertanya ketika ia mendengar ibunya memberikan keterangan untuk Rais.
              “Kalau anak yang sering menangis atau menangis teralu lama, bisa mengakibatkan pusarnya jadi keluar. Jadi nggak bagus.”
              Ya memang ada kasus pada anak yang suka menangis terlalu lama, pusarnya jadi nggak bagus. Di samping itu pada anak laki laki ada kecenderungan membesarnya bagian kemaluannya. Ini semua bisa mengakibatkan cikal bakal timbulnya penyakit hernia. Begitu informasi yang diterima sang Ibu. Wallahualam…
              Tapi pada kenyataannya, membiarkan anak menangis sampai ia terisak-isak, maka akan membuatnya sangat letih. Duh kasihan sekali!.
 
              Untuk Rais, selama ini tips-tips yang diciptakan ibunya untuk meredakan tangisannya adalah sebagai berikut:
1.    Mendekap dan menyayanginya segera.
Perlakuan begini didasarkan atas pemikiran bahwa bayi akan merasa hangat dan terlindungi. Ia yakin dengan perlakuan begitu ibunya sayang dan sangat mengasihinya. Bayi dan anak-anak akan senang dicium, disayang dan dimanja-manja oleh ibu-bapaknya.
2.    Sang ibu berusaha tetap berada dalam kondisi optimis bahwa ia mampu meredakan tangisan bayinya.
3.    Mendendangkan kalimat-kalimat Allah, seperti alasan yang diungkapkan di atas. Hal ini sangat terbukti ampuh mengatasi kemarahan bayi dan menstabilkan emosi ibu. Yang melunakkan dan mengendalikan emosi insan-insan adalah Allah SWT, ini landasan berpikirnya.
4.    Ibunya berusaha mengeksplorasi tempat-tempat pada tubuh bayinya yang senang bila dibelai oleh sang ibu. Untuk Rais, ia akan merasa nyaman sekali bila bagian kening dan alis mata dibelai dengan sayang dan lembut. Ia akan cepat terhanyut dalam dekapan ibu bapaknya.
5.    Ibunya berusaha mengeksplorasi kecenderungan anak/kesukaan anak yang bisa membuat anak lupa akan tangisnya. Misalnya, Rais sangat senang dengan musik dan nyanyian. Bila ia menangis, benda-benda yang mengeluarkan suara dan musik mampu menarik perhatiannya. Misalnya buku anak yang ada lagunya, handphone mainan kakaknya (Najmi) yang bisa bersuara dan bersahut-sahutan. Serta mainan lainnya yang ada nyanyian/musiknya.
Seiring dengan bertumbuhnya Rais, kecenderungan dan keinginanannya juga bertambah. Misalnya ia mulai cenderung suka dengan peralatan main dan belajar kakaknya. Ia mulai merebut benda-benda kakaknya. Dan aksi perlawan Rais juga mulai timbul. Saat begini juga tak kalah pentingnya untuk mengasih tahu kakaknya kiat mengalihkan perhatian Rais.
              “Kakak, Adek Rais itu dia belum mengerti bahasa kita, Nak. Kalau kakak mau mengambil benda-benda kepunyaan kakak, caranya harus cari dulu barang lain yang disukai Adek Rais. Alihkan perhatiannya. Kalau langsung diminta tentu ia nggak mau.” Ibunya memberitahu kiat mengalihkan perhatian Adek Rais.
              “Pinjam Dek! Ini yang cantik buat Adek” Kakak Najmi menirukan gaya ibunya.
              Ya dari kecil Rais telah dibiasakan dan diperkenalkan dengan kata-kata “pinjam” di saat ia memegang benda-benda yang tidak baik untuknya. Alhamdulillah karena dibiasakan sejak dini, Rais jadi mengerti sekali. Apa-apa hal yang akan diminta atau dialihkan dari Rais, kami menyebutnya dengan “pinjam Dek!” sembari membawakan gantinya untuk dipegang dan dimainkan Rais.
              Prinsip mengalihkan perhatian Rais ini bertujuan juga untuk membiasakannya sejak kecil mempunyai pengertian dan pemahaman akan hal-hal pengganti. Ia diharapkan punya sifat bisa mengalah dan menunda keinginan. Semoga tujuan-tujuan kami ini, kelak menjadi kenyataan. Sehingga tidak diharapkan tantrum besar akan muncul, karena sedikit demi sedikit, melalui benda-benda yang tidak boleh dipegang dan dimainkan Rais, ia terlatih untuk beralih ke yang lain. Karena pada prinsipnya tantrum atau keinginan anak yang tak bisa dialihkan, hingga ia meronta-ronta dan memaksa, berasal dari akumulasi permintaan demi permintaan anak sejak kecil, yang selalu berusaha dipenuhi oleh orangtuanya, sebagai ungkapan dan wujud sayang. Dan anak tidak pernah dilatih untuk mengalah atau menunda keinginan.
              Dengan kiat di atas, alhamdulillah hingga saat ini, secara lunak kami bias menaklukkan keinginan Rais, bia ia memint sesuatu yang sebenarnya berbahaya atau tidak baik untuknya. Misalnya mempermainkan alat-alat tulis dan berkarya kakaknya, seperti gunting, pena dan pensil. Juga buku-buku sekolah kakaknya (terutama buku yang ada not nyanyinya). Saat ini Rais memang sudah tahu dengan buku nyanyi, ia sering mengambilnya dan meminta siapa saja di rumah kami untuk menyanyikan lagu sesuai syair buku itu.
              Semoga kita tetap bisa berlaku yang terbaik buat para buah hati kita. Menanam biji tomat akan tumbuh tomat, biji cabe akan tumbuh cabe, dsbnya. Artinya Allah akan memberikan hasil sesuai dengan usaha kita dan tak akan pernah salah. Begitu juga menanamkan kebaikan, perlakuan yang tepat, bertindak bijaksana tapi sayang akan berbuah hasil yang setimpal pula. Yuk tetap semangat untuk kebaikan putera puteri kita.
 
Wassalam
 
Mamianak
Tokyo
091122

Memanfaatkan Kemajuan Teknologi Untuk Mengatasi Tangisan Anak

Saat ini beragam produk telepon genggam yang tersedia di pasaran. Memberikan sarana ini untuk anak tentu tidak baik, karena mungkin bisa ketagihan, atau anak malah mnduga barang ini miliknya, sehingga saat orangtua memerlukannya, malah tidak bisa karena harus berebutan dengan anak.

Tapi sekedar mengatasi tangisan anak sangat bisa digunakan. Aqeela punya kecenderungan tangis yang kuat. Suatu ketika, saya berpikir untuk merekamnya. Ternyata memang benar, setelah vidio tangisan dilihatkan kepada Aqeela, alhmadulillah berhasil menghentikan tangisannya.

Wednesday, October 27, 2010

Salah Satu Metode Kakak Najmi Mengatasi Tangisan Adek Rais


Metode Kakak Najmi Mengatasi Tangisan Adek Rais

 

Kehadiran Kakak Najmi makin memperkuat penilai Mami, sang kakak banyak mendatangkan bantuan untuk meringankan tugas maminya.

Kakak Najmi juga sigap dan tanggap bila Adek Rais menangis, sementara maminya masih sibuk dengan urusan rumah. Ada-ada saja ide kecilnya yang menarik perhatian adeknya, sehingga tangisan adek terputus. Misalnya, ia akan bernyanyi dan bergoyang di depan adeknya. Ide lain, ia datang dengan permainan tangan, sambil berkata, “Ue, shita, migi hidari (atas, bawah, kanan, kiri).” Cara ini juga mapuh membunuh tangisan adek Rais.

***

Maminya bersyukur, berkata-kata dengan sayang, dengan hati lunak kepada anak, lebih mempunyai “kekuatan” kebenaran bagi anak. Sehingga program pengajaran yang ingin diterapkan kepada anak, misalnya dalam hal mengaji, kegiatan itu dapat diadopsi dan dipelihara oleh anak. Bahkan ia pun ingin mengajak adeknya untuk belajar mengaji.

“Terbersit dalam hati untuk ingin lebih memiliki kesabaran, kelembutan dalam menghadapi, membesarkan dan mendidik anak-anak. Bukan dengan paksaan dan kekerasan,” ungkap sang Ibu. Suatu tekad Ibu dari dua anak ini.



 

 

 

 

Monday, October 25, 2010

Surat Surat Berharga dari Najmi


 

 

Sejak Najmi bisa menuliskan huruf-huruf hiragana, ia dengan rajin menulis hal apa yang terasa di hatinya. Tiba-tiba saja Najmi berkata, “Hai Mami, otegami yo! (Ini Mami, ada surat).”

Banyak surat yang dibuat Najmi, untuk orang-orang yang dia inginkan, misalnya mami-papinya, Adek Rais, Shinjou Sensei (dokter kandungan dan yang membantu persalinan ketika Adek rais lahir). Bahkan kemarin malam, setelah belajar Najmi pun menulis surat untuk guru di SDJJ Fahima. Namun karena alamatnya belum tahu, maminya belum memposkan surat untuk Ibu guru Najmi.

 

Surat untuk Mami

Mami he (Untuk Mami)

Mami daisuki (Saya suka sama Mami)

Najmi yori! (dari Najmi)

 

Surat Untuk papinya :

Papi he (Untuk Papi)

Oshigoto ganbatte ne (Papi giat bekerja ya)

Najmi yori (dari Najmi)

 

Surat untuk Adek Rais:

Raiskun he (Untuk Rais)

Raiskun kakoi (Rais keren/pujian untuk penampilan anak laki-laki)

Najmi yori! (dari Najmi)

 

Surat surat yang dibuat Najmi pertama kali, hanya sederhana, tapi penyampaiannya cukup bermakna dalam. Surat itu dibungkus dalam amplop bikinan Najmi, seperti amplop Jepang yang berlapis-lapis. Hal itu makin membuat penasaran orang-orang yang diberi surat oleh Najmi.

Kian hari surat-surat untuk Mami, Papi, Adek Rais, makin berkembang isinya. Namun satu hal yang membuat maminya terhibur, kata-kata “saya suka/sayang sama Mami” selalu dituliskan Najmi buat maminya.

Dari kejadian itu apa yang bisa dianalisis sang Mami? Maminya ingin lebih berhati-hati, dalam bersikap dan bertindak untuk anak-anaknya. Bukan bangga atas pujian, tapi ingin bersikap lebih bijak dalam menghadapi Najmi yang makin hari makin kritis. Terbukti rasa sayang dan kelembutan disukai oleh anak. Perkataan najmi itu dijadikan acuan oleh maminya untuk menghindari kekerasan dan hal apapun juga kepada anak-anaknya. Serasa ada masukan dari guru kepada sang Mami untuk lebih berhati-hati dan bertindak yang tepat dalam menghadapi Adek Rais, yang masih belum mengerti apa-apa.

“Terimakasih Nak!” elusan dan ciuman sang Mami, setiap kali menerima surat yang diposisikan sebagai surat peringatan oleh Mami terhadap dirinya, agar terhindar dari hal yang tidak disenangi anak. Namun bukan berarti longgar dan membiarkan maunya anak. Disiplin, bermanfaat namun bersahabat, hal yang ingin diterapkan oleh sang Mami. 

 
wassalam
Mamiank
Tokyo
081025

 

Wednesday, May 6, 2009

Nyanyian bermanfaat untuk Ibu dan Anak

Tanpa kami sadari tiba-tiba kami kaget dengan kemampuan Najmi bernyanyi. Hal yang selama ini tak pernah diasuh.

Sekedar mengenalkan nyanyi untuk Najmi dalam Bahasa Indonesia atau nyanyi berbahasa Inggris pernah tentunya. Karena nyanyi adalah indah, menyenangkan dan membuat hati anak gembira. Metode penghafalan abjad, dalam bahasa Indonesia, Inggris dan huruf Arab pun kami kenalkan dengan bernyanyi. Malah terkadang menyampaikan pesan-pesan sayang kepada anak, kami sampaikan dengan bernyanyi.

Nyanyi "O tegami",... tiba-tiba dilantunkan Najmi, entah kapan dia menghafalnya. Kami benar-benar tidak pernah mengetahuinya. Namun sempat menjadi perhatian serius bagi saya untuk mendengarkan, syair dan bayit lagunya yang unik.

Sejak Najmi melantunkan nyanyi secara utuh, saya sering meminta Najmi bernyanyi. Alhamdulillah sangat terhibur dan ada rasa bangkit untuk bergiat lagi. Najmi pun tidak menolaknya. Alhamdulillah.

Jadi manfaat nyanyi alhmadulillah, bisa dijadikan sebagai ajang pendidikan bagi ibu untuk anak, dan bisa jadi menggali potensi bernyanyi anak, serta menghibur orangtua yang sedang kekurangan energi untuk berjuang di dalam rumah untuk mengasuh dan mengurus anak-anak. Alhamdulillah...

Wasssalam
Mamianak
Tokyo
090506

Thursday, October 23, 2008

Karya Kakak Najmi Manjur Menghentikan Tangisan Adek Rais




Suatu ketika saat maminya menemani Najmi belajar di malam hari, adek Rais mulai rewel. Dengan spontan Najmi memberikan kartu yang baru saja dibuat Najmi di siang harinya.

“Adek maui ini?” Ucap Najmi

Adek Rais tertarik dengan kartu ukuran kecil yang dihiasi gambar oleh kakaknya. Tanpa berpikir panjang maminya pun ok saja, tidak memperhatikan hal apa yang dilakukan Adek rais. Ternyata kartu Kakak Najmi sobek oleh Adek Rais. Tiba-tiba hal itu diketahui Najmi. Bagaimana reaksi sang Kakak?

“Adek,.. ini kan kakak dah capek bikin” Najmi tak terlihat marah besar tapi ia tampak sedih.

“Maaf Kak, Adek tak sengaja!” Mami mewakilkan Adek rais untuk meminta maaf kepada Kakak Najmi, atas kesalahan Adek Rais.

Ma.. ii yo, akachan kara. Souganai ne! (ya udah nggak papa, karena masih bayi, apa boleh buat). Spontanitas keelokan Kakak Najmi diketahui maminya, dari kata-kata yang terucap.

           Kejadian itu tak bisa hilang begitu saja dari ingatan sang Mami. Berkali-kali hal serupa terlontar dari mulut kecil Najmi, saat karyanya rusak oleh Adek Rais. Saat karya yang dipersembahkan kakak kepada adeknya, diremas dan tidak dipelihara Adek Rais. Bahkan ucapan itu pernah dialamatkan untuk maminya ketika Adek rais berbuat suatu kesalahan.

          “Mami, souganai deshou?... akachan kara.

Lagi-lagi Najmi meng-rem, menetralisir suasana dan membunuh kemarahan Maminya.

Allahu akbar, Allah Maha Besar, melaui insan kecil pun dititipkannya kecerdasan, ketangkasan agar seseorang bisa berprilaku yang wajar, bijaksana dan memahami keadaan. Sungguh kuasa Allah tak terkira. Sungguh di luar dugaan manusia.

          Hal yang bisa dipetik, dalam diri anak ada potensi kebenaran. Ia bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi orang tuanya. Semoga kita semua dapat memposisikan diri dalam keadaan yang sebaik-baiknya untuk mereka, agar kecerdasan, potensi dan nilai-nilai alamiah yang telah dianugrahkan sang Pencipta selalu tumbuh dan berkembang dalam dirinya. Ia selayaknya dihargai, didengarkan, dan dipertimbangkan dalam membuat suatu keputusan, bukan hanya sebagai objek yang harus mengikuti kemauan dan aturan-aturan orangtuanya.

 

            Sungguh banyak pelajaran berharga dari anak-anak kita yang membuat diri kita takjub kepadaNya. Mungkin juga banyak ibu-ibu, atau teman-teman lain yang mengalami hal serupa.

            Semoga kita dapat memperlakukan mereka dengan baik, lembut tapi bijaksana, disiplin tapi bersabahat,  sehingga mereka tak merasakan kekerasan dan kaget dengan orang tuanya, dengan ibu yang penuh perjuangan untuk menghadirkan mereka ke dunia ini.

              Semoga pertolongan-pertolongan dari tangan-tangan kecil kita, dan segala hiburan dan pendidikan “lucu” dari mereka, dapat menambah semangat dan keikhlasan dalam membimbing dan membesarkan mereka, sehingga mereka punya modal dalam menjalani kehidupan ini. Amiin yarabbal ‘alamiin. 

Wassalam

Mamianak

Tokyo, 081023