Melalui Tangan Para Setiap Ibu InsyaAllah Berarti Besar Untuk Perbaikan RI Kita

Dengan Menggali Potensi Anak Sejak Usia Dini, insyaAllah merupakan salah satu cara memutus rantai permasalahan bangsa. Untuk itu mari kita bergiat bersama memberikan pengasuhan dengan pola yang terinovasi untuk para anak-anak kita.


Thursday, October 23, 2008

Karya Kakak Najmi Manjur Menghentikan Tangisan Adek Rais




Suatu ketika saat maminya menemani Najmi belajar di malam hari, adek Rais mulai rewel. Dengan spontan Najmi memberikan kartu yang baru saja dibuat Najmi di siang harinya.

“Adek maui ini?” Ucap Najmi

Adek Rais tertarik dengan kartu ukuran kecil yang dihiasi gambar oleh kakaknya. Tanpa berpikir panjang maminya pun ok saja, tidak memperhatikan hal apa yang dilakukan Adek rais. Ternyata kartu Kakak Najmi sobek oleh Adek Rais. Tiba-tiba hal itu diketahui Najmi. Bagaimana reaksi sang Kakak?

“Adek,.. ini kan kakak dah capek bikin” Najmi tak terlihat marah besar tapi ia tampak sedih.

“Maaf Kak, Adek tak sengaja!” Mami mewakilkan Adek rais untuk meminta maaf kepada Kakak Najmi, atas kesalahan Adek Rais.

Ma.. ii yo, akachan kara. Souganai ne! (ya udah nggak papa, karena masih bayi, apa boleh buat). Spontanitas keelokan Kakak Najmi diketahui maminya, dari kata-kata yang terucap.

           Kejadian itu tak bisa hilang begitu saja dari ingatan sang Mami. Berkali-kali hal serupa terlontar dari mulut kecil Najmi, saat karyanya rusak oleh Adek Rais. Saat karya yang dipersembahkan kakak kepada adeknya, diremas dan tidak dipelihara Adek Rais. Bahkan ucapan itu pernah dialamatkan untuk maminya ketika Adek rais berbuat suatu kesalahan.

          “Mami, souganai deshou?... akachan kara.

Lagi-lagi Najmi meng-rem, menetralisir suasana dan membunuh kemarahan Maminya.

Allahu akbar, Allah Maha Besar, melaui insan kecil pun dititipkannya kecerdasan, ketangkasan agar seseorang bisa berprilaku yang wajar, bijaksana dan memahami keadaan. Sungguh kuasa Allah tak terkira. Sungguh di luar dugaan manusia.

          Hal yang bisa dipetik, dalam diri anak ada potensi kebenaran. Ia bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi orang tuanya. Semoga kita semua dapat memposisikan diri dalam keadaan yang sebaik-baiknya untuk mereka, agar kecerdasan, potensi dan nilai-nilai alamiah yang telah dianugrahkan sang Pencipta selalu tumbuh dan berkembang dalam dirinya. Ia selayaknya dihargai, didengarkan, dan dipertimbangkan dalam membuat suatu keputusan, bukan hanya sebagai objek yang harus mengikuti kemauan dan aturan-aturan orangtuanya.

 

            Sungguh banyak pelajaran berharga dari anak-anak kita yang membuat diri kita takjub kepadaNya. Mungkin juga banyak ibu-ibu, atau teman-teman lain yang mengalami hal serupa.

            Semoga kita dapat memperlakukan mereka dengan baik, lembut tapi bijaksana, disiplin tapi bersabahat,  sehingga mereka tak merasakan kekerasan dan kaget dengan orang tuanya, dengan ibu yang penuh perjuangan untuk menghadirkan mereka ke dunia ini.

              Semoga pertolongan-pertolongan dari tangan-tangan kecil kita, dan segala hiburan dan pendidikan “lucu” dari mereka, dapat menambah semangat dan keikhlasan dalam membimbing dan membesarkan mereka, sehingga mereka punya modal dalam menjalani kehidupan ini. Amiin yarabbal ‘alamiin. 

Wassalam

Mamianak

Tokyo, 081023

 

No comments:

Post a Comment