Sejak Najmi bisa menuliskan huruf-huruf hiragana, ia dengan rajin menulis
hal apa yang terasa di hatinya. Tiba-tiba saja Najmi berkata, “Hai Mami, otegami yo! (Ini Mami, ada
surat).”
Banyak surat yang dibuat Najmi, untuk orang-orang yang dia inginkan,
misalnya mami-papinya, Adek Rais, Shinjou Sensei (dokter kandungan dan yang
membantu persalinan ketika Adek rais lahir). Bahkan kemarin malam, setelah
belajar Najmi pun menulis surat untuk guru di SDJJ Fahima. Namun karena
alamatnya belum tahu, maminya belum memposkan surat untuk Ibu guru Najmi.
Surat untuk
Mami
Mami he (Untuk Mami)
Mami daisuki (Saya suka
sama Mami)
Najmi yori! (dari Najmi)
Surat Untuk
papinya :
Papi he (Untuk Papi)
Oshigoto ganbatte ne
(Papi giat bekerja ya)
Najmi yori (dari Najmi)
Surat untuk
Adek Rais:
Raiskun he (Untuk Rais)
Raiskun kakoi (Rais
keren/pujian untuk penampilan anak laki-laki)
Najmi yori! (dari Najmi)
Surat surat yang dibuat Najmi pertama kali, hanya sederhana, tapi
penyampaiannya cukup bermakna dalam. Surat itu dibungkus dalam amplop bikinan
Najmi, seperti amplop Jepang yang berlapis-lapis. Hal itu makin membuat
penasaran orang-orang yang diberi surat oleh Najmi.
Kian hari surat-surat untuk Mami, Papi, Adek Rais, makin berkembang
isinya. Namun satu hal yang membuat maminya terhibur, kata-kata “saya
suka/sayang sama Mami” selalu dituliskan Najmi buat maminya.
Dari kejadian itu apa yang bisa dianalisis sang Mami? Maminya ingin lebih
berhati-hati, dalam bersikap dan bertindak untuk anak-anaknya. Bukan bangga
atas pujian, tapi ingin bersikap lebih bijak dalam menghadapi Najmi yang makin
hari makin kritis. Terbukti rasa sayang dan kelembutan disukai oleh anak. Perkataan
najmi itu dijadikan acuan oleh maminya untuk menghindari kekerasan dan hal
apapun juga kepada anak-anaknya. Serasa ada masukan dari guru kepada sang Mami
untuk lebih berhati-hati dan bertindak yang tepat dalam menghadapi Adek Rais,
yang masih belum mengerti apa-apa.
“Terimakasih Nak!” elusan dan ciuman sang Mami, setiap kali menerima surat
yang diposisikan sebagai surat peringatan oleh Mami terhadap dirinya, agar
terhindar dari hal yang tidak disenangi anak. Namun bukan berarti longgar dan
membiarkan maunya anak. Disiplin, bermanfaat namun bersahabat, hal yang ingin
diterapkan oleh sang Mami.
No comments:
Post a Comment